Share
KH. A. Anderson Meage, Ulama Perekat Umat

KH. A. Anderson Meage, Ulama Perekat Umat

anderson-meageIslam di tanah Papua Barat kini berkembang sangat pesat. Tidak hanya itu, kerukunan antar umat beragama juga terjalin secara harmonis. Hal tersebut tidak lepas dari peran kyai kharismatik bernama KH Achmad Anderson Meage, S.pdi, M.pd. Sosok kyai yang fasih berbahasa Jawa ini menjabat sebagai ketua MUI Kabupaten Sorong dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong. Beliau juga seorang kyai di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Sorong.

KH Achmad Anderson Meage dilahirkan di Obolima, Kurima, Kabupaten Puncak Jaya, Wamena pada 5 desember 1979. Beliau merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara. Ayahnya, Wenyogo Meage, merupakan seorang kepala suku di daerahnya. Sedangkan ibunya bernama Naligomi Siep.

Perjalanan hidupnya terbilang cukup unik. Sebelum menjadi seorang kyai besar, Meage kecil adalah anak dari seorang kepala suku di daerah pedalaman Wamena, Papua. Beliau kemudian dibawa oleh seorang da’i ke daerah Jawa Tengah ketika terjadi perang suku.

Meage kecil dirawat dan dibesarkan hingga dewasa di kalangan pesantren di daearah Wonosobo, Jawa Tengah. Beliau dididik dan diberi pendidikan sebelum akhirnya dinikahkan dengan anak seorang kyai. Setelah menyelesaikan pendidikannya, beliau kembali ke Papua. Mengemban tugas untuk mengembangkan Islam yang ramah dan santun kepada seluruh masyarakat Papua dengan tetap menjaga perdamaian antar umat beragama.

Abi, sapaan akrabnya, merupakan sosok yang sangat disegani dan dikagumi oleh masyarakat Papua Barat, bukan hanya oleh sesama Muslim, tetapi juga oleh masyarakat pribumi yang notabenenya adalah non-muslim. Ini disebabkan karena beliau merupakan sosok Muslim yang lebih mengedepankan akhlaq yang santun dan dapat diterima semua umat setiap kali melakukan dakwah agama. Beliau juga dekat dengan masyarakat, ketika ada permasalahan di tengah masyarakat, beliau termasuk orang pertama yang langsung turun tangan.

Sikap beliau yang sangat toleran terhadap keberagamaan di Papua Barat membuatnhya menjadi barometer untuk perdamaian antar umat beragama di Papua Barat. Menurutnya, bumi Cendrawasih tidak hanya membutuhkan pembangunan dalam hal infrastruktur, tetapi juga dakwah Islam yang santun, ramah, toleran dan sebagai rahmat untuk seluruh alam. Hal ini didasarkan pada karakter asli masyarakat pribumi  Papua yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi.

Hal yang menjadi panutan untuk diteladani dari beliau adalah kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak Papua di daerah terpencil. Banyak anak-anak Papua dari berbagai pelosok daerah yang dididik di pondok pesantren yang beliau kelola. Mereka diberi pendidikan yang layak hingga lulus Perguruan Tinggi. Harapannya, setelah lulus mereka dapat membantu dan meneruskan perjuangan beliau.

Kehadiran beliau di tanah Papua seperti menjadi cahaya di tengah kegelapan. Jargon perdamaiaan yang sering beliau sampaikan menjadi penerang di tengah perselisihan antar umat. Salah satu cita-cita yang sering beliau sampaikan adalah, menjadikan Papua Barat sebagai daerah yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama.

Pada 31 Januari 2016 yang lalu, Allah memanggil ulama yang sempat belajar di Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo untuk berjumpa langsung dengan-Nya di alam Baka di usianya yang masih muda, 37 tahun. Beliau wafat saat hendak memberikan tausyiah di Klafdalim, Kabupaten Sorong. Kepergian beliau  menyisakan kesedihan yang cukup mendalam, baik oleh untuk kerabat dan sanak saudara, maupun untuk masyarakat Papua yang begitu mencintai sosoknya. Jasanya dalam hal pendidikan anak-anak Papua tidak ternilai. Beliau merupakan salah satu putra terbaik yang dimiliki Papua. Selamat Jalan Abi. Semoga semangat dan cita-cita Abi terus mengalir pada generasi muda Papua

1 Comment on this Post

  1. Assalamualaikum wr.wb.
    penulis yth, Setahu saya KH Ahmad Anderson Meage sewaktu kecil s/d pendidikan MTs di MTs N Prembun sambil menimba ilmu agama di sebuah Ponpes wilayah Sitibentar, Mirit, Kebumen. Selanjutnya mungkin baru ke wonosobo. Maaf jika ada keliru dlm info kami
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply

Leave a Comment