Share
Gus Dur Jadi ‘Hantu’

Gus Dur Jadi ‘Hantu’

Judul di atas adalah inti dari cerita lucu yang disampaikan oleh Prof. Greg Barton saat berbicara di depan santri dan beberapa tamu undangan di pondok Assalam Bogor, Senin (24/04/17). Kisah lucu yang berasal dari alm. Gus Dur ini ‘terpaksa’ diceritakan oleh Pak Greg, begitu ia biasa disapa, setelah ia ditodong untuk menceritakan kisah lucu Gus Dur. Maklum, Pak Greg memang dikenal memiliki kedekatan hubungan dengan alm. Gus Dur. Karenanya beliau tentu menyimpan banyak kenangan indah bersama Gus Dur, termasuk kenangan-kenangan lucu yang jika diceritakan kembali, dapat mengobati rindu terhadap sang guru bangsa.

Pak Greg sempat terdiam sejenak usai menerima todongan cerita lucu itu, hingga kemudian beliau berkata, “Oh, ada banyak cerita lucu tentang Gus Dur.” Professor dari Alfred Deakin University, Australia yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini tampak sedang memilih cerita lucu yang akan ia sampaikan. Hingga kemudian beliau berkata, “Oh, iya ini ada satu, saya ingat,” begitu katanya.

“Cerita ini terjadi saat Gus Dur sedang dirawat di rumah sakit, beliau sedang sakit agak parah saat itu,” ujarnya memulai cerita.

“Anak saya, Anna, yang kenal baik dengan Gus Dur meminta diantar untuk menjenguk beliau. Saya bilang, ‘tapi Gus Dur butuh istirahat’, ‘tidak apa-apa hanya sebentar saja’, begitu pintanya.”

“Saya pun antar dia ke rumah sakit. Saya kira Gus Dur tidak akan menemuinya, ternyata tidak. Gus Dur mau menerima kunjungan kami. Gus Dur juga bersedia menjawab pertanyaan dari anak saya,” tambahnya. Beliau diam sejenak.

“Gus, apa Gus percaya sama hantu?” begitu tanya Anna segera setelah berhasil berjumpa dengan Gus Dur, idolanya.

“Gus Dur tidak langsung menjawab. Beliau diam sejenak. Lalu beliau bilang, hantu itu sesuatu yang misterius, saya belum pernah melihatnya. Tapi kalau ada orang yang pernah melihatnya, mungkin mereka percaya.”

 

Lah, memang ada orang yang pernah melihat hantu?     

Pak Barton lantas bercerita. Dulu, waktu masih agak muda, Gus Dur memiliki kebiasaan unik, yakni melakukan ziarah ke makam kakeknya di waktu tengah malam. Biasanya Gus Dur mulai ziarah setelah pukul 12 malam. Beliau akan ada di makam sampai waktu subuh. Kadang beliau menghabiskan waktu sambil membaca tahlil, yasin, dan doa-doa, tapi kadang juga tidur kalau ngantuk.

Nah, di suatu malam, Gus Dur berziarah di malam hari, seperti biasanya. Hanya saja malam itu Gus Dur merasa ngantuk sekali. Ia pun tidur begitu saja di samping makam sang kakek, alm. K.H. Hasyim Asy’ari. Beberapa jam kemudian, menjelang subuh, beberapa orang tampak datang ke makam untuk melakukan ziarah. Karena berisik, Gus Dur yang sedang asik tidur di samping makam lantas merasa terganggu dan akhirnya bangun.

Orang-orang yang baru saja datang untuk berziarah itu rupanya dibuat kaget setengah mati demi melihat sesosok tubuh bangkit dari areal pemakaman yang gelap gulita. Bagi mereka, ini tentu tidak lazim. Malam-malam, di tengah-tengah makam, ada sosok yang tiba-tiba bangkit. Tanpa pikir panjang, mereka pun lari berhamburan sambil mengira sosok yang bangun itu adalah hantu.

Gus Dur yang mengetahui hal itu hanya tertawa. Dan kepada Anna yang bertanya apakah ia percaya pada hantu atau tidak, Gus Dur menjawab begini, “Kalau kamu tanya sama orang-orang yang lari itu, mungkin mereka percaya.”

Para santri dan sejumlah tamu undangan yang mendengar cerita dari pak Greg tentu saja tertawa terbahak-bahak. Rindu terhadap Gus Dur telah sedikit terobati. Teriring bacaan surat al Fatihah untuk beliau, semoga rindu ini lekas terobati.

Tentu masih banyak cerita lucu tentang Gus Dur, tetapi pak Greg seperti sengaja menyimpannya untuk diceritakan di kunjungan berikutnya. Di akhir obralan ringan yang diberi judul “Ngaji Bareng Pak Greg” itu, penulis buku biografi Gus Dur itu berjanji akan segera kembali lagi ke pondok assalam, Bogor.

Semoga!

Leave a Comment