Share
Gus Dur di Mata Seorang Teman Lama

Gus Dur di Mata Seorang Teman Lama

Lebak – Sosok Gus Dur tentulah tidak asing bagi banyak orang. Beliau adalah guru bangsa yang tetap bersahaja dengan segudang kebijaksanaan yang ada padanya. Greg Barton, salah seorang yang dekat dengan sosok Gus Dur memiliki kesan tersendiri tentang mantan Presiden RI itu. Di hadapan santri-santri Qothrotul Falah, Lebak, Greg Barton mengungkap makna Gus Dur baginya.

“Gus Dur itu Jendela,” begitu jawabnya ketika ditanya apa arti Gus Dur baginya.

Pak Greg, begitu sapaannya, telah menjalin komunikasi intensif dengan alm. Gus Dur sejak 1989 saat dirinya melakukan penelitian tentang pembaruan pemikiran Islam untuk desertasi doktoralnya di Australia. Selama mengenal Gus Dur, Professor berkebangsaan Australia ini mengaku beruntung dapat menyaksikan Islam secara lebih luas. Gus Dur disebutnya berperan besar dalam mengenalkan Islam yang Indonesia, yakni Islam yang berbudaya dan begitu menghormati manusia.

Ia mengaku begitu kehilangan Gus Dur, dan dengan tegas ia nyatakan bahwa hingga kini belum ada ulama Islam selevel dengan almarhum.

“Sayang sekali, Gus Dur sudah tidak ada. Dan sampai saat ini masih belum ada ulama Indonesia yang selevel dengan Gus Dur,” demikian ungkapnya. Pernyataan ini kembali ia ulang saat tiba-tiba ‘ditodong’ untuk menjadi pembicara di hadapan puluhan santri putri di hall pesantren Al Mizan, Banten, di sore harinya.

Sementara di kesempatan lain, saat berbicara di hadapan santri gugel di pondok assalam Bogor, Senin (24/04/17) Gus Dur bahkan disebutnya sebagai ruh NU. Ia adalah sosok yang meninggalkan banyak pondasi penting untuk NU, utamanya dalam hal toleran dan kesediaan untuk membantu.

“Bukan bahwa Gus Dur adalah manusia yang sempurna, dia punya banyak kelemahan juga, dan dia pasti akan juga mengakui, tetapi visinya untuk membangun umat yang lebih toleran, yang lebih murah hati, yang saling menghormati yang lain, yang punya sikap untuk melayani terhadap sesame manusia, dan ini menurut saya adalah inti NU yang paling murni.”

Untuk konteks yang lebih luas, Gus Dur adalah pahlawan yang bukan saja berhasil membesarkan NU, tetapi juga berkontribusi penting bagi kemajuan bangsa.

“Saya tidak mau bilang bahwa Gus Dur adalah pahlawan yang tidak punya kelemahan, tetapi saya mau bilang bahwa visinya merupakan visi yang paling luhur untuk semua; NU dan bangsa Indonesia.”

Lantas, apa maksud “jendela” yang ia sematkan ke sosok Gus Dur? Jendela itu kecil, tetapi jika diperhatikan secara seksama, ia memberi pemandangan yang jauh lebih besar daripada ukuran asli jendelanya. Itulah Gus Dur di mata sahabat lamanya, Greg Barton.

Leave a Comment