Share
Sulam Alis: Perspektif Hadis dan Kesehatan

Sulam Alis: Perspektif Hadis dan Kesehatan

Berhias wajah bukan merupakan sesuatu hal yang baru. Sabda Rasulullah tentang berhias banyak ditemukan dalam riwayat-riwayat yang ditujukan untuk perempuan-perempuan jahiliyyah masa itu. Namun cara berhias wajah pada era saat ini sangat berbeda dengan masa di mana teknologi belum secanggih saat ini. Dahulu, bahan-bahan yang ada untuk berhias masih terbatas pada bahan-bahan alami dan masih dilakukan dengan manual. Lambat laun, bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan semakin beraneka ragam.

Zaman semakin berkembang dan maju. Tak terkecuali dalam bidang teknologi. Kemajuan teknologi merambah luas ke dalam segala bidang. Kemajuan teknologi di era sekarang ini juga memberikan pengaruh terhadap cara  berhias wajah. Dan minat perempuan untuk berhias semakin menjadi-jadi.

Kemajuan teknologi menawarkan berbagai kepraktisan untuk mempercantik wajah. Mulai dari bagian alis sampai pada bagian dagu. Misalnya pada bagian alis. Alis setiap orang berbeda-beda dan bermacam-macam. Dahulu, orang menghias alisnya dengan memberikan sentuhan pensil alis untuk sekedar merapikan atau untuk menambah sedikit lukisan alis agar terlihat lebih indah. Namun menggunakan pensil alis tidak bertahan lama. Ia akan luntur ketika terkena air, sehingga orang-orang harus bersedia melukis setiap harinya. Kemajuan teknologi mengubah segalanya. Sekarang ini, muncul tawaran memperindah bulu alis dengan tehnik sulam alis. Hal tersebut memberikan kepraktisan kepada orang agar tidak melukis alis dalam setiap harinya karena hasil dari sulam alis dapat bertahan lebih dari satu hari bahkan bertahan hingga berbulan-bulan tergantung pada kualitas bahan yang digunakan. Namun, bagaimanakah dengan hukum sulam alis?

Sulam alis merupakan suatu trend dalam kecantikan yang digemari oleh para perempuan, di kalangan ibu-ibu ataupun remaja. Sulam alis merupakan suatu kepraktisan bagi perempuan yang memiliki bulu alis tidak sesuai dengan yang dikehendakinya. Dengan sulam alis, seseorang dapat memperoleh bentuk alis yang cantik dan indah. Sulam alis mulai populer di kalangan masyarakat dengan adanya artis-artis yang memanfaatkan cara tersebut. Para artis memanfaatkan hal tersebut agar setiap show tidak perlu repot untuk melukis alis.

Berhias bagi perempuan tidak diharamkan oleh agama, asalkan hal tersebut tidak menyalahi syariat yang ada dalam agama Islam. Dalam sabdanya, Rasulullah menganjurkan wanita untuk berhias dengan tujuan membuat sang suami betah di rumah. Namun ada beberapa cara berhias yang tidak dibolehkan oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti dalam sabdanya:

“Diriwayatkan dari Abdullah ra, Allah melaknat perempuan yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang yang minta dicabutkan bulu alisnya, orang-orang yang menghias giginya untuk mempercantik dirinya, dan orang yang mengubah ciptaan Allah.” [HR.al-Bukhari]

Berdasarkan hadis di atas maka praktik sulam alis tidak dibolehkan menurut syariat agama, karena pada dasarnya sulam alis dilakukan dengan tahapan mencukur alis terlebih dahulu. Dan sebagaimana yang telah disebutkan dalam sabda Rasul bahwa orang yang mencukur alis akan dilaknat oleh Allah. Selain itu, sulam alis juga dikategorikan sebagai cara berhias yang mengubah ciptaan Allah yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pertimbangan yang lain yaitu melihat alat dan bahan yang digunakan untuk membuat alis. Terdapat kemungkinan bahan yang digunakan bukan bahan yang tembus air, maka secara tidak langsung wudhu  seseorang tersebut tidak sah.  Dan ibadah-ibadah yang diikuti dengan wudlu juga menjadi tidak sah.

Sulam alis tidak baik bagi kesehatan manusia. Tuhan Maha Mengetahui yang baik untuk hamba-Nya. Selain alasan mengubah bentuk ciptaan Allah, sulam alis memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Sulam alis dapat mengakibatkan iritasi dan infeksi pada kulit. Proses pelukisan alis menggunakan jarum yang runcing dan dibubuhi tinta di dalamnya. Jarum yang runcing tentunya  menyisakan rasa sakit pada kulit bagian alis yang dapat mengakibatkan iritasi. Selain itu tinta yang digunakan belum tentu terbuat dari bahan yang aman dan cocok untuk kulit. Disamping tidak dibolehkan oleh agama, sulam alis juga tidak baik untuk kesehatan.

Pada hakikatnya, cantik bukan tentang wajah yang rupawan, wajah yang dipoles dengan begitu apiknya, dan bukan tentang  fisik yang sempurna. Perempuan atau manusia yang cantik dihadapan manusia tidak selalu cantik di hadapan Tuhannya, Tuhan menilai kecantikan dari hati manusia. Manusia diciptakan ke dunia bukan hanya untuk menyibukkan diri untuk urusan dunia. Manusia memiliki kehidupan yang lebih kekal di akhirat. Sepantasnya manusia harus terus berbenah diri untuk urusan akhirat dengan tanpa melalaikan dunia, keduanya harus berjalan dengan seimbang untuk mendekatkan diri kepada Sang Ilahi.

Leave a Comment