Share
Belajar Ushul Fiqh Kepada KH. Afifuddin Muhajir

Belajar Ushul Fiqh Kepada KH. Afifuddin Muhajir

Fiqh dan Ushul Fiqh merupakan mata kuliah konsentrasi di Mahad Aly Salafiyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo. Dua mata kuliah ini memiliki kelebihan yang luar biasa. Fiqh merupakan panduan seorang hamba agar bisa beribadah dan bermuamalah dengan benar. Sedangkan Ushul Fiqh adalah metode untuk memproduksi hukum-hukum Fiqh. Untuk menjadi ahli fiqh produk, maka cukuplah menghafal teks-teks kitab fiqh. Sedangkan untuk menjadi ahli fiqh proses, maka harus menguasai Ushul Fiqh.

Untuk menguasai Ushul Fiqh, seseorang dituntut untuk memahami Dalil Dalil Syar`i (Alquran, Hadits, Ijma, Qiyas, dst), Hukum-Hukum Syar`i (Hukum Taklifi, Hukum Wadh`i), Kaidah-Kaidah Ushuliyah Lughaghiyah (Musytarak, `Amm, Khos, dst), Kaidah-Kaidah Ushuliyah Al-Tasyari`iyyah (Hifd al-Din, al-Nafs, al-Aqal, al-Mal, al-`Ird). Dan untuk memahami itu semua, haruslah menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu Nahwu, Sorrof, Balaghah, Tafsir, dan Hadits.

Oleh karena itulah, di Mahad Aly Sal-Saf Sukorejo Situbondo selain mempelajari Fiqh (Fathul Mu`in, Fathul Wahhab) dan Ushul Fiqh (Ghayah Al-Wushul, Wahab Khollaf, Jam`ul Jawami`), juga dipelajari Nahwu-Sorrof (Ibnu Aqil), Balaghah (Balaghah Al-Wadhihah), Tafsir (Tafsir Ayat Ahkam), Hadist (Hadits Al-Ahkam), dan ilmu-ilmu pendukung lainnya.

Ushul Fiqh merupakan disiplin ilmu yang cukup sulit untuk dikuasai, apalagi jika kitab panduan yang digunakan adalah Jam`ul Jawami`, ringkas lafadznya, namun mengandung sejuta makna. Dikarang oleh Tajuddin Al-Subki, diberi penjelasan oleh Jalaluddin Al-Mahalli, dan diberi catatan pinggir oleh Al-Bannani dan catatan pinggir lainnya adalah Hasyiyah Al-`Atthor. Namun di tangan KH. Afifuddin Muhajir, kitab ini terasa mudah untuk dibaca dan dijelaskan. Teks-teks rumit yang banyak dijumpai, beliau urai dengan pernyataan yang mudah dipahami. Bahkan terkadang beliau mengoreksi huruf atau lafadz yang kemungkinan ada kesalahan pengetikan dari penerbit.

Beliau sangat istiqomah mengajar Jam`ul Jawami` setiap hari senin dan kamis. Selama tiga tahun belajar kitab tersebut kepada beliau, hampir saja beliau tidak pernah libur mengajar melainkan hanya sekali dua kali. Gaya mengajar beliau adalah santai tapi pasti. Tiap kali mengajar, hampir dipastikan ada ilmu-ilmu baru yang saya dan teman-teman peroleh. Maka sangat disayangkan jika melewatkan pengajian bersama Guru Besar Ushul Fiqh ini. Bagi yang ingin mendengarkan pengajian Jam`ul Jawami` tersebut, bisa datang ke Ma`had Aly, karena beberapa santri memiliki rekaman suara pengajian tersebut. Mungkin untuk angkatan baru, perlu diusahakan merekam pengajian beliau dengan kamera, lalu di online-kan. Ya biar bagi-bagi manfaat kepada para warganet. Tentunya atas izin Al-`Allamah KH. Afifuddin Muhajir.

Teman-teman yang sangat rajin, biasanya mendengarkan rekaman tersebut terlebih dahulu. Sedangkan yang rajin saja, cukup mendengar langsung dari KH. Afifuddin saat pengajian di Mahad Aly. Penjelasan beliau sangatlah mudah dicerna, ringkas dan padat makna. Maka tidaklah salah jika beliau dianggap sebagai salah satu Ahli Ushul Fiqh terbaik di Indonesia.

KH. Afifuddin Muhajir merupakan Wakil Pengasuh PP. Salafiyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo bidang `Ilmiyyah sekaligus Naib Mudir Ma`had Aly. Tulisan beliau tentang Ushul Fiqh bisa dijumpai dibeberapa buku karya bersama kiai-Kiai yang lain dan media online. Selain itu ada beberapa karya buku yang cukup mendalam pembahasannya, semisal Metodologi Fiqh, Menolak Pemilihan Langsung, Buku Bertema Cinta (lupa namanya), dan Fathul Mujib Al-Qorib.

Buku yang terakhir disebut, beberapa bulan yang lalu mendapatkan apresiasi dari Kementrian Agama RI. Buku tersebut berisi tentang penjelasan atas kitab Fathul Qorib al-Mujib. Ibarat-ibarat yang sulit dipahami, beliau bahasakan kembali dengan lebih mudah, baik dengan adanya sedikit pengurangan maupun penambahan.

Selain belajar kepada KH. Afifuddin, saya dan teman-teman juga belajar Ushul Fiqh kepada Ustadz Imam Nakho`i, KH. Muhyiddin Khotib, dan Ustadz-Ustadz yang lain. Ushul Fiqh bagi santri Mahad Aly bukan hanya dianggap sebagai vitamin, namun makanan sehari-hari yang harus diterapkan di dalam kajian fiqh.

Leave a Comment