Share
Hikmah Pagi: Bahaya Terselubung

Hikmah Pagi: Bahaya Terselubung

Laju media sosial membuat semua akses menjadi mudah, baik untuk kebaikan maupun keburukan; sehingga tak heran banyak cerita maupun berita yang bisa ‘digoreng’ untuk tujuan baik maupun buruk. Belajarpun menjadi mudah namun tak sedikit antar saudara saling bertikai dan menyebarkan fitnah.

Dan fitnah inilah yang semakin berkembang, walau tidak sedikit kebaikan juga mulai nampak, maka kewaspadaan perlu diutamakan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan,

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab: 58).

Rasulullah menegaskan penebar fitnah bukan hanya di akhirat saja akan mendapatkan balasan, namun di alam kuburpun akan mendapatkan siksa.

Rasulullah bersabda melalui Ibnu Abbas menegaskan,

مَرَّ النَّبِيُّ بِحَائِطٍ مِنْ حِيْطَانِ الْمَدِيْنَةِ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِيْ قُبُوْرِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ : يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ -ثُمَّ قَالَ- بَلَى [وَفِيْ رِوَايَةٍ: وَإِنَّهُ لَكَبِيْرٌ] كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ اْلآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ.

“(Suatu hari) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melewati sebuah kebun di antara kebun-kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar dua orang sedang disiksa di dalam kuburnya. Kemudian beliau bersabda, “Keduanya disiksa, padahal bukan karena perkara besar (menurut anggapan mereka berdua); kemudian beliau melanjutkan: benar (dalam sebuah riwayat disebutkan, Padahal sesungguhnya ia adalah perkara besar. Yang pertama disiksa karena tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikan air kencingnya (tidak tuntas) dan seorang lagi (karena) suka mengadu domba. (H.R. Bukhari, Lihat: Umdatul Qori’ Sharh Bukhari, Jilid: 13/62).

Maka Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berlindung terhadap berbagai siksa, ketika shalat (tetapnya setelah selesai tahiyyat akhir) do’anya adalah,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal, berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan kerugian. (H.R Bukhari dalam shohihnya, Jilid: 1/112 dan Ahmad dalam musnadnya, Jilid: 6/88).

Semoga Allah menghindarkan kita dari kerugian di dunia maupun akhirat, Aamien Allahumma Aamien.

Al-Faqir Ila Allah ZA.

Leave a Comment