Share
Hikmah Pagi: Ya Rasulullah (Edisi Maulid)

Hikmah Pagi: Ya Rasulullah (Edisi Maulid)

Ya Rasulullah, begitu rindu pilu hati ini, tiada ungkapan yang lain melainkan kami berusaha memperbanyak shalawat kepadamu. Kami mendengarkan ceritamu melalui risalah yang engkau emban dalam dakwamu.

Perjuanganmu begitu gigih dan setiap langkah usahamu diiringi orang-orang terbaik, yang berusaha menjaga dirimu di saat masa-masa pelik.

Air mata kami pun meleleh tak kalah melihat berjuanganmu yang tanpa lelah menebarkan kasih sayang terhadap sesama. Terutama di masa-masa akhir hidupmu walau engkau sakit engkau tetap berusaha mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, sementara kami, ada udzur sedikit saja kami absen dari shalat berjamaah.

Ya Rasulullah, kami malu. Kami belum bisa seutuhnya mengikuti sunnahmu. Walau begitu, kami ingin di masa nanti berkumpul bersamamu, kami ingin memandang wajahmu, kami ingin memelukmu dan mendengarkan untaian mutiara darimu.

Ya Rasulullah, semoga shalawat yang kami baca bisa menjadi wasilah untuk berjumpa denganmu walau tidak banyak tapi kami berusaha, semoga rindu kami bisa terobati dengan menatap wajahmu. Sebagaimana sabdamu melalui Ubay Ibn Ka’ab,

إِذَا ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ قَامَ، فَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اذْكُرُوا اللهَ، جَاءتِ الرَّاجِفَةُ، تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ، جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ، جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ. قُلْتُ: يَا رسول الله، إنِّي أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ، فَكَمْ أجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِي؟ فَقَالَ: مَا شِئْتَ، قُلْتُ: الرُّبُع، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ: فَالنِّصْف؟ قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ: فالثُّلُثَيْنِ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ: أجعَلُ لَكَ صَلاَتِي كُلَّهَا؟ قَالَ: إذاً تُكْفى هَمَّكَ، وَيُغْفَر لَكَ ذَنْبكَ.

Apabila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdiri kemudian bersabda, Wahai para manusia (sahabat), berdzikirlah kepada Allah. Telah dekat Ar-Rajifah (tiupan sangkakala pertama) yang diikuti oleh Ar- Radifah (Tiupan sangkakala kedua). Telah dekat kematian dengan kedahsyatannya (diulang 2 kali). Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sering dan rutin bershalawat untukmu, lalu berapa banyak aku jadikan shalawatku untukmu dalam do’aku?” Beliau bersabda, “Terserah keinginanmu.” Aku berkata, “Seperempat?” beliau bersabda, “terserah kamu, bila kamu tambahkan lebih baik lagi.” Aku berkata,”Setengah?”Beliau bersabda, “Terserah kamu”, bila kamu tambahkan lebih baik lagi. Aku berkata, “Dua pertiga?” Beliau bersabda, “terserah kamu, bila kamu tambahkan lebih baik lagi.” Aku berkata, “Bagaimana bila aku jadikan seluruh do’aku untukmu?” Beliau bersabda, “Kalau begitu akan dicukupi keinginanmu dan diampuni dosamu.” (H.R. Tirmidzi, dalam sunannya, Jilid: 4/637).

Semoga shalawat kita sebagai penghantar perjumpaan kita dengan Rasulullah, Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad, semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk senantiasa istiqomah di jalan-Nya, Aamien Allahumma Aamien.

Al-Faqir Ila Allah ZA

Leave a Comment