Share
Hikmah Pagi : Waktu Itu Semakin Hilang

Hikmah Pagi : Waktu Itu Semakin Hilang

Akhir-akhir ini energi kita cukup terkuras dengan berita-berita adu domba atau berita hoax, yang menghiasi beranda-berada sang pegiat media sosial. Tak elak, berduyun-duyun saling melontarkan pendapat dan beradu argumentasi yang tiada ujung. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, umur semakin bertambah, namun kebaikan semakin terkikis, waktu habis untuk mengghibah namun lupa untuk berdo’a.

Yahya Ibn Hubairoh mengatakan tentang berharganya sebuah waktu,

والوقت أنفس ما عنيت بحفظه ** وأراه أسهل ما عليك يضيع!

Waktu adalah hal yang paling berharga jika engkau mampu mempergunakan dengan sebaik-baiknya ** Dan saya melihat waktu itu adalah hal yang paling mudah engkau sia-siakan” (Lihat: Qimatuz Zaman ‘Indal Ulama’, hal. 4).

Waktu itu cepat berlalu, yang akan selalu menggerogoti umur kita. Cepat ataupun lambat akan mendekatkan diri kita kepada liang lahat dan akhirat. Pernahkan kita terlintas disaat kosong atau liburan untuk menghabiskan membaca buku seperti kitab hadits yang populer seperti al-Arba’in an-Nawawiyyah, atau menghafal Juz ‘Ammah atau berusaha membaca tafsir atau terjemahan walau hanya satu ayat satu hari??

Bukankan waktu kita banyak terbuang hanya mengurusi katanya dan katanya, begini dan begitu, berbicara uang dan uang, jabatan dan jabatan, atau berbicara yang tiada ujung dan tidak menambah motivasi kehidupan??

Apakah kita lupa sosok sang Imam Hadits Imam Bukhari yang setiap malamnya terbangun sampai 20 kali, dan setiap bangun selalu menulis sesuatu yang mempunyai nilai ilmiah, selalu menyalakan dan mematikan lampu secara berulang-ulang hanya ingin menuangkan satu atau dua kalimat kemudian beliau kembali tidur. Inilah sosok yang selalu sibuk untuk berbuat yang bernilai walau hanya satu goresan. (Lihat: ‘Indama Yahlul Masa’, Hal. 266-267) Subhana Allah, kapan kita bisa meniru beliau?

Ibn Mas’ud pun pernah mengatakan,

ما ندمت على شيء ندمي على يوم غربت شمسه يقص فيه أجلي ولم يزدد فيه عملي

Tidaklah aku menyesal terhadap sesuatu yang melebihi penyesalanku terhadap hari yang mana matahari tenggelam, ajal semakin mendekat akan tetapi amalku tidak bertambah. (Lihat: Qimatuz Zaman ‘Indal Ulama’, hal. 27).

Semoga Allah menjaga kita, dan senantiasa memberikan waktu yang berharga untuk selalu berbuat kebaikan walau tidak nampak, semoga Allah mengaruniakan umur yang bermanfa’at dan istiqomah untuk kita semuanya, Aamien Allahumma Aamien dan jangan pernah menyesal.

Al-Faqir Ila Allah ZA (Afwan Hikmah Pagi Baru Muncul Lagi, Karena Leptop Beberapa Hari Sekarat dan Baru Pulih)

Leave a Comment