Share
Hikmah Pagi: Menjaga Taubat Kita Untuk Tidak Bermaksiat Lagi

Hikmah Pagi: Menjaga Taubat Kita Untuk Tidak Bermaksiat Lagi

Yang paling berat bagi kita semua adalah menjaga diri dari kemaksiatan, walau terkadang sudah kita tebus dengan taubat. Syaithan dengan berbagai cara akan menggoda kita untuk kembali kepadanya.

Yang lebih berbahaya adalah jika taubat, maksiat, taubat, terus seperti itu. Maka Ibn Qoyyim mengatakan: pada hal yang demikian, orang yang bermaksiat setelah bertaubat maka dosanya dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala.

Oleh sebab itu, jika mau berbuat maksiat ingatlah maksiat akan berpengaruh terhadap hati, menimbulkan kegelisahan dan keresahan yang luar biasa dan perbanyaklah istighfar untuk menghindarinya.

Rasulullah bersabda melalui Abu Hurairah,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ : ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ).

Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka diletakkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-Raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya: (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”(H.R. Imam Ahmad dalam musnadnya, Jilid: 2/297).

Imam Hasan al-Bashri mengatakan: “Kebaikan adalah cahaya yang memancarkan di dalam hati, memberikan kekuatan kepada tubuh. Sedangkan keburukan dan kemaksiatan membuat hati gelap, dan membuat badan menjadi lemah”.

Dan maksiat sangat berpengaruh terhadap rizki seseorang. Hadits dari Tsuban bahwa Rasulullah bersabda,

 إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

Sesungguhnya seseorang terhalangi rizkinya dikarenakan dosa-dosanya.  (Lihat: Az-Zuhdu wa Raqaaiq, Hal. 70, para ‘Ulama hadits menilai hadits ini Hasan).

Oleh sebab itu, ketika kita berbuat maksiat ingatlah bahwa kematian sungguh-sungguh sangatlah dekat. Maka, mari kita memperbaiki taubat kita dan berusaha membersihkan noda yang terlanjur hitam di dalam hati.

Semoga Allah menjaga kita semuanya Aamien Allahumma Aamien.

Al-Faqir Ila Allah, ZA

Leave a Comment